Minggu, 12 Oktober 2014

Ajal Tak Menunggu Taubatmu




Segala puji bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat serta salam buat junjungan mulia Nabi Muhammad SAW keluarga serta para sahabat dan pengikut yang istiqamah menuruti baginda hingga ke hari kiamat.Wahai Sahabatku Yang Selalu Di Rahmati Oleh Allah SWT

Alhamdulillah ALLAH SWT masih memanjangkan usia, meminjamkan nyawa dan masih memberikan kesempatan kepada kita untuk memohon keampunan dariNYA dan menegakkan Islam tercinta supaya kita boleh terus mengejar redhaNYA.

Ibnu Umar berkata: “Aku bersama Rasulullah, lalu seorang lelaki Ansar datang kepada Baginda mengucapkan salam lalu bertanya : Wahai Rasulullah. Manakah antara kaum mukminin yang paling utama? Baginda menjawab : Yang paling baik akhlaknya antara mereka. Dia bertanya lagi : Manakah di antara kaum mukminin yang paling cerdik?

“Baginda menjawab : Yang paling banyak mengingati kematian antara mereka dan paling bagus persiapannya selepas kematian. Mereka itu orang cerdik,”
(Hadis Riwayat Imam Ibnu Majah)

Sentiasa mengingati mati bukanlah mengabaikan setiap perkara di dunia tetapi sentiasa mengingati mati ialah menghindarkan diri dari tertipu dengan kenikmatan dunia yang serba sementara.

"Genggamlah dunia jangan biarkan dunia menggenggam diri mu. Kawallah nafsumu dan jangan biarkan nafsu mengawalmu."

Sentiasa mengingati mati dan sentiasa bersedia menghadapi mati bermaksud sentiasa membuat persiapan untuk ke alam kubur dan alam akhirat. Di akhirat kelak kita akan ditanya apakah yang telah kita lakukan di dunia. Bukankah kita diturunkan ke dunia untuk menjadi khalifah dan untuk memakmurkan bumi ALLAH SWT?

“Katakanlah (wahai Muhammad): “Sebenarnya maut yang kamu larikan diri daripadanya itu, tetap menemui kamu; kemudian kamu akan dikembalikan kepada ALLAH yang mengetahui segala yang ghaib dan yang nyata, lalu DIA memberitahu kepada kamu apa yang kamu telah lakukan (serta membalasnya).” (Surah Al-Jumu’ah : Ayat 8.)

Dan perlu diingat, memakmurkan bumi ALLAH SWT bukanlah bermaksud hidup di dunia dengan bersenang-lenang semata-mata tetapi bermaksud berusaha bersungguh-sungguh mengamalkan suruhan ALLAH SWT dan RasulNYA. Matlamat hidup manusia di dunia yang sebenar adalah mencari dan untuk mendapatkan redha ALLAH SWT, bukan untuk mencari kesenangan dunia yang semetara. Mencari redha ALLAH SWT dengan mengamalkan ajaran agama dan menyebarkannya.

Sungguh berbahagia orang yang sentiasa mengingati segala dosa yang telah dilakukan oleh dirinya sendiri demi sebuah perubahan diri menuju taubat nasuha.
Tetapi alangkah ngerinya apabila kita selalu menunda amal perbuatan baik dan taubat kerana merasakan usia masih muda dan merasakan akan hidup lama di dunia ini padahal maut akan menjemput pada bila-bila masa sahaja.

Firman ALLAH SWT : "Sesiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim" (Surah al-Hujurat : Ayat 11)


Orang yang bertaubat itu kekasih ALLAH, orang yang bertaubat daripada dosa adalah seperti orang yang tidak mempunyai dosa." (HR Ibnu Majah & Ibnu Mas'ud)

Orang yang cerdik adalah orang yang sentiasa mengingati mati dan sentiasa bersedia menghadapinya. SUBHANNALLAH WAL HAMDULIILAH WA ALLAHU AKBAR
9:51 AMNo comments

Hanya Menengok Tiga Kali Tidak Jadi Masuk Neraka

Seorang laki-laki digiring malaikat ke neraka karena dosa-dosanya yang banyak..Pada sampai 1/3 perjalanan ia menengok ke belakang, dan jalan terus sampai 1/2 perjalanan ia menengok lagi ke belakang..lalu jalan terus..Sampai 2/3 perjalanan dia menengok ke belakang lagi..Sehingga Allah memerintahkan kepada malaikat untuk mengembalikan orang itu ke tempatnya semula..

Kemudian orang itu ditanya oleh Allah SWT;
 

"Haii.. fulan kenapa kamu menengok ke belakang sampai 3 kali?"

Orang itu menjawab :

"Yaa Allah di 1/3 perjalanan aku ingat Firman-Mu "WAROBBUKAL GHOFURU DZURROHMAH" (Tuhan-mu adalah Maha Pengampun yang memiliki kasih sayang) karena itu aku menengok ke belakang untuk mohon pengampunan-MU..

Aku jalan terus sampai 1/2 perjalanan aku ingat Firman-Mu "WAMAN YAGHFIRUDDZUNUBA ILLALLAH" (Siapakah yang Mengampuni dosa kecuali Allah?), karena itu aku menengok ke belakang untuk memohon pengampunan-Mu..

Lalu aku berjalan terus hingga pada 2/3 perjalanan aku ingat Firman-Mu lagi "QUL LI'IBADI ALADZINA ASROFUU 'ALA AN FUSIHIM LAA TAQNATHU MIN ROHMATILLAH" (Katakanlah kepada Hamba2KU yang terlalu banyak berbuat dzolim atas diri mereka sendiri janganlah berputus asa dari Rahmat Allah), karena itu aku menengok ke belakang untuk mengharapkan pengampunan-Mu.

ALLAH berkata : " Aku ampuni kamu pergilah kamu ke surga dengan Rahmat-KU"

Demikianlah Rahmat Allah yang tiada terbatas, orang itu selamat karena keyakinannya bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang sekalipun dia membawa doasa Yang sangat besar..
Karena itu, janganlah kita sekali-kali menutup diri terhadap pintu Maghfiroh dan Rahmat-Nya serta berbagia karunia-Nya Yang Maha Luas.

Jika seseorang tidak percaya dengan karunia-karunia Allah seperti itu dia tidak akan mendapatkannya misalnya
1. seseorang tidak percaya dengan sampainya do'a dan hadiah dari yang hidup untuk yang mati, maka ketika ia mati maka do'a dan hadiah dari yang hidup tidak akan sampai kepadanya..

2.Seseorang yang tidak percaya dengan syafa'at Rasulullah SAW, maka orang tersebut tidak akan mendapatkan syafaat Nabi di akhirat nanti..

Cukup cerita di atas ini sebagai ibroh bagi kita semua..

Sumber : Diceritakan oleh Dr Munawir Muslih, MKub, guru besar Universitas Menyan Indonesia..dari kitab Durrotun Nashihin


7:30 AMNo comments

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sejarah Shalat 5 Waktu

Sholat adalah ibadah terpenting bagi seorang muslim.Sholat menjadi tolak ukur kesalehan seseorang, bahkan sholat merupakan amal kunci bagi segala amal lainnya. Meski demikian jarang sekali orang mengerti bahwa masing-masing waktu sholat yang lima itu mengandung hikmah dan memiliki sejarah masing-masing.

Sholat Subuh adalah sholat pertama kali yang dilakukan oleh Nabi Adam As, dua raka'at Subuh dijalankan oleh Nabi Adam As di bumi setelah diturunkan dari surga.

Waktu itu pertama kalinya Nabi Adam As melihat kegelapan, begitu gelapnya sehingga ia merasakan ketakutan yang amat sangat. Namun kemudian kegelapan itu secara lamban mulai sirna mengusir rasa takut, dan perlahan terbitlah terang. Itulah pergantian waktu malam menuju pagi. Oleh karenanya, dua raka'at Subuh dilaksanakan sebagai rasa syukur atas sirnanya kegelapan pengharapan atas datangnya kecerahan.

Nabi Ibrahim As adalah orang pertama yang melaksanakan sholat Dhuhur, Empat raka’at dhuhur dilaksanakan, ketika Allah Swt menggantikan Nabi Ismail As yang rencananya disembelih sebagai Qurban dengan seekor domba. Ini terjadi tatkala siang, tatkala matahari bergeser sedikit dari titik tengahnya. Empat raka’at itu menunjukkan beberapa perasaan Nabi Ibrahim, satu raka’at adalah penanda kesyukuran atas digantikannya Nabi Ismail As. Satu raka’at karena kegembiraan, satu raka’at untuk mencari keridloan Allah Swt dan satu raka’at lagi sebagai rasa syukur atas domba pemberian Allah Swt.

Kemudian riwayat sholat Ashar berhubungan erat dengan Nabi Yunus As. ketika diselamatkan oleh Allah Swt dari perut ikan Hut. Hut adalah nama ikan yang menelan Nabi Yunus mengarungi lautan. Dikisahkan, bahwa bentuk ikan hut hampir menyerupai burung, namun tanpa sayap. Ketika di dalam perut hut itu Nabi Yunus As merasakan empat macam kegelapan, gelap karena kekhawatiran hasya, gelap di dalam air, gelap malam dan gelap di dalam perut ikan. Demikianlah Nabi Yunus As keluar ketika matahari mulai condong ke barat dan sholat lah beliau empat raka’at sebagai penanda terbebas dari empat macam kegelapan itu.

Sedangkan tiga raka’at sholat Maghrib mempunyai sejarahnya sendiri yang tidak bisa dilepaskan dari kisah Nabi Isa As ketika berhasil keluar dari kaumnya di penghujung senja. Tiga raka’at sangat bermakna bagi Nabi Isa As. Satu rakaat menandai perjuangan beliau menegakkan tauhid dan menafikan semua bentuk sesembahan kecuali Allah. Satu raka’at untuk menafikan hinaan dan tuduhan kaumnya atas ibundanya yang melahirkannya tanpa ayah. Dan ini sekaligus menunjukkan betapa ketuhanan itu hanya milik Allah semata yang Maha Kuasa, inilah makna satu rakaat yang terakhir.

Dihilangkannya empat kesedihan yang menimpa Nabi Musa As oleh Allah Swt ketika meninggalkan kota Madyan menjadi sejarah ditetapkannya sholat Isya empat rakaat. Tercatat empat kesedihan itu berhubungan dengan istrinya, saudaranya yang bernama Nabi Harun As, anak-anaknya, dan kesedihan karena kekuasaan Fir’aun. Dan ketika semua kesedihan itu diangkat oleh Allah Swt di waktu malam, Nabi Musa As pun melaksanakan sholat empat rakaat sebagai rasa syukur atas segalanya.

Demikianlah semua hikmah yang melatar belakangi lima sholat fardhu yang diwajibkan kepada semua orang muslim hingga kini sesuai dengan tuntunan syariah.
(Dinukil dari kitab Sulamunnajah karya Syaikh Nawawi atau nama lengkat Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar Ra tanara Al-Bantani Al-Jawi Al-Indunisi)

Hadits tentang Sholat Wajib 5 Waktu

Jabir bin Abdullah Ra menceritakan bahwa pada suatu siang sebelum Matahari benar-benar di atas titik atas tertinggi, Rasulullah Nabi Muhammad Saw kembali didatangi oleh Malaikat Jibril As seraya berkata kepadanya : Bangunlah Wahai Rasulullah dan lakukan sholat.

Mendengar panggilan ini, Maka Nabi Muhammad Saw pun segera melakukan sholat Dzuhur ketika Matahari telah mulai tergelincir.

Ketika bayang-bayang tampak telah mulai lebih panjang dari sosok asli benda-benda, Malaikat Jibril As berkata : Bangun dan lakukan sholat lagi.

Demi mendengar perintah ini pun, Rasulullah Saw kemudian segera melakukan sholat Ashar ketika panjang bayangan segala benda melebihi panjang benda-benda. Kemudian waktu Maghrib menjelang dan Malaikat Jibril As berkata : Bangun dan lakukan sholat. Maka beliau Nabi Muhammad Saw melakukan sholat Maghrib ketika matahari terbenam.

Kemudian waktu Isya` menjelang dan Malaikat Jibril As berkata : Bangun dan lakukan sholat. Maka Nabi Muhammad Saw pun segera melakukan sholat Isya` ketika syafaq mega senja merah menghilang. Waktu sholat Isya’ ini menjadi waktu sholat terpanjang karena Malaikat Jibril As baru membangunkan kembali Nabi Muhammad Saw ketika fajar kedua telah mulai menjelang.

Kemudian waktu Subuh menjelang dan Malaikat Jibril As berkata : Bangunlah wahai Rasulullah dan lakukanlah sholat. Maka Rasulullah Saw melakukan sholat Subuh ketika waktu fajar menjelang.
(HR. Imam Ahmad dan Imam Nasa’i dan Imam Tirmidzi)

Tentang waktu sholat Subuh ini Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa suatu ketika Rasulullah Saw bersabda : Orang yang mendapatkan satu rakaat dari shalat subuh sebelum terbit matahari, maka dia termasuk orang yang mendapatkan sholat subuh. Dan orang yang mendapatkan satu rakaat sholat Ashar sebelum matahari terbenam, maka dia termasuk mendapatkan sholat Ashar. (HR Imam Muslim)

Sumber : Catatan Maung Bodas Siliwangi

Simak di: http://www.sarkub.com/2014/sejarah-shalat-5-waktu/#ixzz3FjaES8Nt
Powered by Menyansoft
Follow us: @T_sarkubiyah on Twitter | Sarkub.Center on Facebook
4:51 PMNo comments

Menangislah

Dua ilmuwan pernah melakukan penelitian disertasi tentang air mata. Kedua peneliti tersebut berasal dari Jerman dan Amerika Serikat.

Hasil penelitian kedua peneliti itu menyimpulkan bahwa air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ‘‘BARBEDA’’ dengan air mata yang mengalir karena kecewa dan sedih.

Air mata yang keluar karena tepercik bawang atau cabe ternyata tidak mengandung zat yang berbahaya.

Sedangkan, air mata yang mengalir karena rasa kecewa atau sedih disimpulkan mengandung toksin, atau racun.

Kedua peneliti itu pun merekomendasikan agar orang yang mengalami rasa kecewa dan sedih lebih baik menumpahkan air matanya. Sebab, jika air mata kesedihan atau kekecewaan itu tidak dikeluarkan, akan berdampak buruk bagi kesehatan lambung.

Menangis itu indah, sehat, dan simbol kejujuran. Pada saat yang tepat, menangislah sepuasnya dan nikmatilah karena tidak selamanya orang bisa menangis.

Orang yang suka menangis sering kali dilabeli sebagai orang cengeng. Cengeng terhadap Sang Khalik adalah positif dan cengeng terhadap makhluk adalah negatif.

Orang yang gampang berderai air matanya ketika terharu mengingat dan merindukan Tuhannya, air mata itu akan melicinkannya menembus surga. Air mata yang tumpah karena menangisi dosa masa masa lalu akan memadamkan api neraka.

Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad SAW; ‘‘Ada mata yang diharamkan masuk neraka, yaitu mata yang tidak tidur semalaman dalam perjuangan fisabilillah dan mata yang menangis karena takut kepada Allah SWT...!!!’’ (HR. Muslim)

Seorang sufi pernah mengatakan, jika seseorang tidak pernah menangis, dikhawatirkan hatinya gersang. Salah satu kebiasaan para sufi ialah menangis. Beberapa sufi mata dan mukanya menjadi cacat karena air mata yang selalu berderai.

Tuhan memuji orang menangis; ‘‘Dan, mereka menyungkurkan wajah sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk...!!!’’ (QS Al-Isra' [17]:109).

Nabi Muhammad SAW bersabda; ‘‘Jika kalian hendak selamat, jagalah lidahmu dan tangisilah dosa-dosa mu...!!!’’ (HR. Muslim)

Ciri² orang yang beruntung ialah;

1. Ketika mereka hadir di bumi langsung menangis, sementara orang - orang di sekitarnya tertawa dengan penuh kegembiraan.

2. Jika meninggal dunia ia tersenyum, sementara orang-orang di sekitarnya menangis karena sedih ditinggalkan.

Semoga Atikel ini memberikan hikmah bagi kita semua.

9:41 AMNo comments

Jumat, 10 Oktober 2014

Jangan Mudah Mengatakan "Bid'ah"

Suatu ketika seorang Habaib dari Hadramaut ingin menunaikan ibadah haji dan berziaroh ke kakeknya Rasulullah SAW. Beliau berangkat dengan diiringi rombongan yang melepas kepergiannya.

Seorang Sulton di Hadramaut, kerabat Habib tersebut, menitipkan Al-Qur’an buatan tangan yang terkenal keindahannya di jazirah arab pada saat itu untuk disampaikan kepada raja Saudi.

Sesampai di Saudi, Habib tersebut disambut hangat karena statusnya sebagai tamu negara. Setelah berhaji, beliau ziarah ke makam Rasulullah. Karena tak kuasa menahan kerinduannya kepada Rasulullah, beliau memeluk turbah Rasulullah. Beberapa pejabat negara yang melihat hal tersebut mengingkari hal tersebut dan berusaha mencegahnya sambil berkata, “Ini bid’ah dan dapat membawa kita kepada syirik.”

Dengan penuh adab, Habib tersebut menurut dan tak membantah satu katapun. Beberapa hari kemudian, Habib tersebut diundang ke jamuan makan malam raja Saudi.

Pada kesempatan itu beliau menyerahkan titipan hadiah Al Quran dari Sulton Hadramaut. Saking girang dan dipenuhi rasa bangga, Raja Saudi mencium Al Qur’an tersebut! Berkatalah sang Habib,

“Jangan kau cium Qur’an tersebut… Itu dapat membawa kita kepada syirik!”

Sang raja menjawab, “Bukanlah Al Qur’an ini yang kucium, akan tetapi aku menciumnya karena ini adalah KALAMULLAH!”

Habib berkata, “Begitu pula aku, ketika aku mencium turbah Rasulullah, sesungguhnya Rasululullah-lah yang kucium! Sebagaimana seorang sahabat (Ukasyah) ketika menciumi punggung Rasulullah, tak lain adalah karena rasa cinta beliau kepada Rasulullah. Apakah itu syirik?!”

Tercengang sang raja tak mampu menjawab. Kemudian Habib tersebut membaca beberapa bait syair Majnun Layla yang berbunyi,
"Marortu ‘alad diyaari diyaaro laila, Uqobbilu dzal jidaari wa dzal jidaaro Fa ma hubbud diyaar, syaghofna qolbi, Wa lakin hubbu man sakana diyaro
Aku melewati sebuah rumah, rumah si Layla # dan aku menciumi setiap dinding-dindingnya Bukankah karena aku mencintai sebuah rumah yg membuat hatiku hanyut dlm cinta akan tetapi karena cintaku kepada sang penghuni rumah.

Sumber : Cerita Kumpulan Cinta Rasul, oleh Mbah Iwan, MKub, dosen Universitas Menyan Indonesia
4:50 PMNo comments